Rabu, 01 Desember 2010

Pengaruh Pendidikan Seni Rupa terhadap Perkembangan Otak Anak

Otak adalah organ tubuh yang paling vital dan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Tak hanya sebagai pusat kontrol tetapi juga pusat kendali atas semua sistem dalam tubuh. Otak merupakan organ inti kecerdasan dan kemampuan berpikir manusia. Secara anatomi otak terbagi kepada beberapa bagian. Bagian terbesar disebut dengan otak besar dengan dua belahan yang terkenal yaitu otak kiri dan otak kanan.

Menurut riset Prof. Rogar Sperry menyatakan otak cenderung membagi aktivitas menjadi dua yaitu : aktivitas otak kiri dan aktivitas otak kanan. Pada saat otak kanan sedang bekerja maka otak kiri cenderung lebih tenang, demikian pula sebaliknya. Pada umumnya otak kiri menjadi aktif jika berhubungan dengan logika, daftar, garis, angka, kata dan analisis. Sedangkan otak kanan menjadi aktif jika berhubungan dengan irama, warna , imajinasi, khayalan, emosi, bentuk dan kreativitas.

Namun dalam riset yang berbeda oleh Prof. Robert Ornstein. Dr. Robert Bloch dan Tony Iluxan menunjukkan bahwa mengembangkan kedua kelompok aktivitas kedua belahan otak dengan selaras akan menghasilkan penggandaan kemampuan dasar secara sinergi. Ingatan yang di simpan di belahan otak kiri hanya bersifat ingatan jangka pendek (Short Term Memory) sedangkan ingatan di belahan otak kanan bersifat jangka panjang (Long Term Memory).

Potensi belahan otak kiri dan kanan

Pertumbuhan otak anak paling pesat terjadi pada usia 0-2 tahun, dimana volume otak akan mencapai 75% berat otak dewasa. Menurut Dr. Hartono Gunadi, Sp.A dari RSUPN Cipto Mangunkusomo, sampai dengan bayi berusia 2 tahun pertumbuhan dan perkembangan otak anak telah mencapai 90%. Akan tetapi tidak berarti bahwa perkembangan otak berhenti hanya sampai disitu saja. Volume otak anak terus berjalan hingga usia 12 tahun. Hal ini membuat pemberian nutrisi dan stimulasi bagi perkembangan otak masih tetap sangat dibutuhkan, bahkan setelah usia 12 tahun. Perlu proaktif orang tua dalam membentuk perkembangan otak kiri dan kana secara seimbang. Untuk kecerdasan yang optimal.

Fungsi otak kiri bagi perkembangan anak

v Mengontrol kemampuan gerak dan fungsi tubuh sebelah kanan

v Mengontrol kemampuan bicara dan menulis

v Mengontrol kemampuan bahasa dan pengucapan

v Mengontrol kemampuan menganalisa dan pengambilan keputusan

v Mengatur logika berfikir

v Mengontrol kemampuan berhitung

Fungsi otak kanan untuk perkembangan anak

v Mengontrol kemampuan gerak dan fungsi tubuh sebelah kiri

v Mengontrol kemampuan berfikir secara konseptual

v Memahami bahasa yang sederhana atau kreatifitas isi pembicaraan

v Mengatur kemampuan bermusik dan visualisasi

v Mengontrol daya ingat

v Pengembangan imajinasi dan kreatifitas bagi anak.

Pendidikan seni rupa berperan penting untuk perkembangan belahan otak bagian kanan

Tidak dapat dipungkiri, selama ini para orang tua umumnya hanya mengutamakan pendidikan formal saja untuk anak-anaknya seperti pendidikan membaca, menulis, berhitung sampai berbahasa asing. Mereka terkadang merasa semua itu sudah cukup, padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Di samping pendidikan formal, ternyata pendidikan seni rupa seperti musik, lukis, tari dan drama juga memegang peranan penting terhadap perkembangan otak anak.

Beberapa tahun terakhir telah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa pendidikan seni, terutama musik, mempunyai pengaruh yang baik bagi perkembangan otak anak. Salah satu penelitian dilakukan oleh University of Toronto dengan menyertakan 144 orang anak berumur 6 tahun untuk mengikuti kursus piano, kursus vokal dan yang tidak mengikuti kursus secara acak selama satu tahun. Hasilnya, anak-anak yang mengikuti kursus musik semakin baik perkembangan otaknya dan memicu kemampuan matematika serta IQ secara keseluruhan.

Penelitian lain yang dilakukan McMaster University dan Rotman Research Institute Toronto juga menguatkan fakta di atas. Kemampuan anak-anak umur 4-6 tahun yang mengikuti pelajaran musik lebih tajam dalam mengingat suatu deretan angka dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengikuti pelajaran musik. Selain itu, laporan departemen Pendidikan Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa anak-anak pra-sekolah yang mengikuti pelajaran bermain keyboard, dalam tes pengukuran penalaran spasial memiliki skor yang lebih tinggi.

Karena alasan-alasan tersebut, kini para ahli menganjurkan pada orang tua untuk membuat anak-anaknya terlibat dalam kegiatan seni sejak kecil. Seni juga tidak hanya sarana untuk mengungkapkan kreativitas dan imajinasi, namun lebih jauh lagi seni merupakan alat berpikir serta cara berkomunikasi anak-anak untuk mengerti tentang pemahaman dan kesalahpahaman. Yang tak kalah penting, seni adalah unsur penting untuk anak agar siap bersekolah. Sekolah formal akan mengajarkan anak untuk membaca, menulis, berhitung dan berbahasa asing, tetapi seni akan meningkatkan perkembangan otak serta memberdayakan kemampuan anak lebih jauh lagi.

Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Alat musik yang direkomendasikan untuk dipelajari oleh anak antara lain piano dan organ, karena akan merangsang otak anak untuk lebih kreatif. Selain itu, anak bisa diarahkan juga untuk mempelajari gitar dan biola untuk mendapatkan efek yang tak jauh berbeda.

Disamping musik, seni tari juga berguna bagi anak karena akan membantu mengembangkan keterampilan motoriknya. Sementara drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu anak tentang pengendalian diri dan empati sehingga anak mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekelilingnya. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga anak bisa memahami apa yang membuatnya merasa senang, sedih maupun takut.

Bagi yang ingin memberikan pelajaran seni rupa pada anak-anak, sebaiknya dilakukan dari usia 3-6 tahun. Umur tersebut ideal bagi anak karena perkembangan pendengaran sedang berada pada saat yang paling baik. Jika tidak, Anda bisa memberikan kursus seni rupa pada saat anak berusia 8-9 tahun karena pada umur tersebut otak kanan dan otak kiri akan terhubung serta mengalami penebalan pada penghubungnya. Pada umur tersebut pelajaran seni juga akan meningkatkan kecerdasan anak, sebagaimana telah dibuktikan di negara-negara maju.

www.senirupa.net

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar